Warna Itu Ada Berapa Sih Sebenarnya?

Spektrum warna kontinyu

Jumlah Warna Itu Gak Sebatas Tujuh Ternyata!

Pernah ada yang ngasih tahu bahwa warna spektrum cahaya matahari ada tujuh jenis, pasti tahu lah ya apa aja. Dan informasi ini mendahului konon mendahului penemuan Newton lewat prismanya.

Memang bapak Newton lah orang pertama yang mengamati kalau cahaya tampak dari matahari aslinya tersusun atas tujuh warna pelangi.

Padahal sebelumnya, sudah ada orang-orang sekitar ribuan tahun lalu yang dapat mengetahui fakta tersebut. Jauh sebelum Newton lahir bahkan!

Ada penjelasan lebih sederhananya lagi dan lebih masuk akal mengenai warna-warna tersebut. Mereka bisa mengatakan hal tersebut dari fenomena sederhana, yakni pelangi. Tidak perlu peralatan canggih untuk mengamati dan mendapatkan fakta tadi. Hanya saja harus nunggu hujan dulu, hehe.

Sejauh ini, apa yang kita pahami mengenai warna itu sudah menjadi sifat bawaan benda. Misal pensil berwarna hitam, terus dinding berwarna putih, baju berwarna biru. Tapi baiknya, kita pahami dulu konsep penglihatan manusia.

Apa Arti Benda Mempunyai Warna Tertentu?

Jadi begini, sumber cahaya, salah satunya adalah sinar matahari terdiri dari semua cahaya tampak dengan beragan panjang gelombang.

Dan panjang gelombang ini sifatnya kontinyu, artinya gak hanya ada tujuh. Benda menyerap panjang gelombang tertentu dari cahaya masuk lalu menolak warna lainnya.

Cahaya dengan panjang gelombang yang ditolak memasuki mata, kemudian cahayanya merangsang sebagian fotosel di bagian retina.

Campuran khusus panjang gelombang ini merangsang sederetan sinyal syaraf yang bergerak menuju otak, dan otak kita melihat warna yang dipantulkan buku tersebut sebagai merah.

Penglihatan terhadap sebuah warna, misal saja warna merah punya beragam faktor serta hubungannya dengan panjang gelombang. Hanya saja visual manusia bener-bener terbatas pada beberapa spektrum saja.

Maksudnya, mata manusia cuman bisa memahami ratusan warna saja. Dan uniknya lagi, persepsi atas warna tersebut merupakan kombinasi dari tiga isyarat visual.

Bagaimana Mata Mengenali Warna

Otak mampu mengenal warna dari sinyal saraf, informasinya berasal dari jenis sel yang terletak di retina. Masing-masing tiga jenis sel tersebut dibedakan atas pigmennya.

Panjang gelombang berbeda berkaitan dengan setiap pigmen tersebut. Di bawah ini adalah grafik sensitivitas warna dari mata manusia.

Daerah senstivitas pigmen mata
Daerah senstivitas pigmen mata

Pigmen yang berkaitan cahaya dengan panjang gelombang sekitar 760 nanometer merespon warna merah, paling sensitif di sekitar 600 nanometer.

Di tengah-tengah terdapat warna hijau, yakni berada di panjang gelombang 520 nanometer. Di panjang gelombang sekitar 380 nanometer, pigmen ini berperan merespon warna biru, paling sensitif di 430 nanometer.

Interval panjang gelombang ini juga bergantung pada sudut yang dibentuk oleh cahaya masuk ke mata, secara idealnya. Tapi dominanya tetap karena panjang gelombang, mulai dari 690 sampai 760 nanometer merupakan ranah warna merah, maka akan terlihat merah.

Untuk cahaya dengan spektrum tunggal (monokrom), apabila berada di antara warna hijau dan merah, warnanya cenderung menghasilkan kuning, sekitar 570 nanometer.

Seperti halnya, kalau lagi melukis, gabungan hijau dan merah menghasilkan warna kuning. Oleh karena itu, bisa menjadi alasan kenapa isi telur bisa terlihat kuning, sebab menyerap cahaya dengan panjang gelombang terpendek, sampai ke 500 nanometer.

Sisanya dipantulkan. Setelah gelombang terpantul tiba di retina mata, barulah organ-organ tubuh kita mengenalinya sebagai pigmen merah dan hijau.

Aneka warna yang dihasilkan merupakan buah dari dirangsangnya setiap pigmen mata akibat beragamnya panjang gelombang cahaya masuk.

Misalnya, layar komputer itu cuman ada tiga jenis sumber cahaya, yaitu RGB atau Red Green Blue.

Merah sebagai gelombang panjang, hijau gelombang menengah, dan biru gelombang pendek. Jadi apa yang kalian lihat itu merupakan kombinasi dari ketiga warna RGB.

Faktor Penentu Warna Lainnya

Konsep mengenai tiga pigmen pada mata barulah permulaan atas ilmu mengenai persepsi warna. Karena faktornya gak hanya karena warna bendanya, tapi juga dipengaruhi spektrum warna di sekitar benda dan mata kalian.

Ada kalanya mata kamu mampu melihat bukan warna benda sesungguhnya, sebab ada kontras.

Terus, ada pula ukuran keterangan atau brightness yang menentukan seberapa cerah bendanya, kemampuan ini dilakukan oleh pupil. Fungsinya mirip seperti pada kamera, mengatur jumlah cahaya masuk.

Lalu, retina sendiri punya kemampuan untuk menyeimbangkan pencahayan di lingkungan sekitar, makanya warna yang sama biasanya terlihat berbeda. Contohnya sinar matahari suka terlihat kemerahan, meskipun aslinya lebih ke putih.

Penelitian Mengenai Warna

Riset mengenai pewarnaan memang tiada hentinya, ilmuwan masih bergelut di bidang optik ini. Penelitian terbaru baru saja menguak fakta bahwa mata pada manusia berpengaruh pada gendernya.

Laki-laki tidak dapat mengenali warna lebih banyak ketimbang wanita. Misalnya perempuan melihat warna ungu berbeda, nah laki-laki bisa saja melihatnya hanya satu jenis.

Selain itu, ditemukan juga kalau manusia mampu melihat warna di luar spektrum tertentu, misalnya infrared.

Mata manusia itu sebenarnya gak begitu bagus strukturnya dalam merespon gambar. Jadi kalau dalam bidang biologi ada semacam bagian yang tugasnya memperbaiki struktur tersebut. Mengapa disebut begitu sebab fotoselnya dalam posisi terbalik.

Hubungannya adalah, karena rute cahaya saat masuk menjadi lebih panjang, tentunya tidak efektif. Fakta ini bisa menjadi sebuah petunjuk kalau mata manusia pernah bermutasi.

Kalau di cabang ilmu kimia, ada banyak banget gejala ataupun proses kimia yang berhubungan denga cahaya. Tentunya para ilmuwan di bidang ini juga tertarik untuk mempelajarinya.


Sampai sini, kita sudah melihat secara rinci mengenai warna serta hubungannya dengan cahaya. Meskipun studinya telah dilakukan ribuan tahun lamanya, tentu masih banyak yang perlu ditelusuri lagi.

Bagi kalian yang tertarik untuk melakukan penelitiannya, wah cocok banget nih buat tugas akhir kuliah ataupun praktikum untuk melatih kemampuan belajar fisika di SMA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: